Eddy Sofyan Calon Kuat Pengganti Ratu Tisha Sebagai Sekjen PSSI
Iwan Bule sedang menyetir mobil didampingi Eddy Sofyan (Foto/ist)
JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Teka-teki tentang siapa yang bakal menggantikan posisi Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI sudah mulai terkuak. Rumor yang beredar di kawasan Senayan, nama pengamat, pemerhati sekaligus pembina sepakbola, Eddy Sofyan disebut-sebut akan menempati kursi panas tersebut.
Seperti sudah pernah diberitakan sebelumnya Ratu Tisya menyatakan mundur sebagai Sekjen PSSI pada 13 April lalu. Tiga hari kemudian PSSI menunjuk Yunus Nusi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI.
Terkait menguatnya nama Eddy Sofyan untuk menjadi pengganti Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI tentu tak lepas dari sepak terjang pria asal Kuningan, Jabar itu dalam lingkaran sepakbola Indonesia. Eddy memang bukan orang asing dalam persepakbolaan nasional.
Lebih dari separuh hidupnya dihabiskan dalam urusan sepakbola. Bahkan hingga kini pun Eddy Sofyan menjabat Ketua Umum Badan Sepakbola Raya Indonesia (BASRI) pusat yang memiliki misi mulai membangun sepakbola akar rumput.
Pengetahuan dan pengalaman Eddy Sofyan di sepakbola tak hanya lingkup nasional juga internasional. Pergaulannya juga tergolong luas bahkan di kalangan masyartakat sepakbola Eddy Sofyan dikenal sebagai ‘’mister diplomasi’’. Ia mampu menjadikan sepakbola sebagai sarana untuk berdiplomasi dengan siapa pun.
Berkat diplomasinya itu, Eddy Sofyan mampu masuk ke semua lini. Ia adalah pelopor masuknya sepakbola di lingkungan ABRI pada era 1980-an. Pada waktu itu, hampir semua petinggi ABRI gemar bermain sepakbola sampai terbentuk PS.ABRI.
Sejumlah petinggi ABRI kala itu diantaranya Edi Sudrajad (mantan Kasad), Saiful Sulun (mantan wakil ketua MPR/DPR), Ari Sudewo (mantan Kepala BAIS), EE Mangindaan dan Agum Gumelar adalah tokoh penggerak sepakbola di lingkungan militer. Bahkan Agum Gumelar kemudian menjadi Ketua Umum PSSI.
Wartawan olahraga senior dan pernah menjadi pengurus PSSI pada kepengursan Djohar Arifin, Tommy Rosihan Arif pun menilai, sosok Eddy Sofyan sangat tepat untuk menggantikan posisi Ratu Tisya sebagai Sekjen PSSI.
Sebagai organisasi besar apalagi PSSI yang masih tak jauh dari berbagai problem, tentu posisi Sekjen amatlah penting. Apalagi Indonesia bakal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2021.
Dengan melihat semakin ruwetnya persoalan di PSSI yang hingga kini belum terurai dengan baik maka dibutuhkan sosok Sekjen yang mumpuni. Saatnya Sekjen PSSI dijabat oleh orang yang berkualitas dunia. Tidak seperti yang terjadi selama ini. Sehingga manajemen di internal pssi lebih bernuansa non sepakbola.
‘’Saya kira masyarakat sepakbola Indonesia sepaham bahwa posisi Sekjen PSSI harus dipegang oleh sosok atau figur kuat dan berkelas dunia, dan itu hanya ada pada diri Eddy Sofyan. Jika Eddy Sofyan di posisi Sekjen PSSI, setidaknya meringankan beban seorang Ketua Umum karena masalah manajerial dan organisasi sudah sangat dikuasai oleh bersangkutan,’’kata Tommy yang juga Sekjen BASRI ini.
Dalam hubungan internasional pun, menurut Tommy, Eddy Sofyan juga sangat memahami peta sepakbola dunia. Dia adalah pelatih jebolan terbaik FIFA di Chili. Eddy Sofyan juga sangat paham manajemen sepakbola modern dalam pergaulan global. Eddy Sofyan pernah mendatangkan dream team AC Milan ke jakarta 1994, PSV Eindhoven dengan megabintang Ronaldo (Brasil) 1995, Ruud Gullit Tour 2005 dan mahabintang Maradona tahun 2013.
Satu hal penting juga diingatkan Tommy, Eddy Sofyan sangat memahami problematik sepakbola Indonesia termasuk sisik buruknya seperti praktek mafia wasit dan pengaturan hasil pertandingan di berbagai level kompetisi. TOR-06

No comments:
Post a Comment