Hikmat Tutasry vs Boy Roring di Final BTP Bridge Challenge
Laporan Bert Toar Polii
Setelah melalui pertarungan yang yang cukup melelahkan, akhirnya Hikmat Tutasry pemain lama asal Lampung bersua di babak final BTP Bridge Challenges melawan Boy Roring asal Tomohon.
Boy Roring sekarang sedang bermain di babak final Kejurnas Bridge Antar Kabupaten/Kota mewakili Tomohon yang sedang berhadapan dengan Jakarta Selatan.
Kedua pemain ini untuk bisa tembus ke babak final harus melalui rangkaian pertandingan dari babak penyisihan.
Turnamen BTP Bridge Challenges diikuti 144 pemain ini dibagi kedalam 28 pool dengan masing-masing 6 pemain. Mereka bermain ½ kompetisi @8 papan dan juara 1 dan 2 lolos kebabak berikut. Di babak berikut dibagi 16 pool dengan masing-masing 3 pemain.
Bermain setengah kompetisi lagi tapi kali ini 16 papan. Hanya juara yang lolos ke babak knock-out. Selanjutnya di babak knock-out bermain 2×10 papan dengan pilihan best hand bukan random hand.
Untuk bisa sampai ke babak final, pemain harus menang di 16 besar, 8 besar dan semi final.Peserta semi final ternyata juga pemain-pemain yang aktif bermain bridge offline. Ada Erwin Jalino seorang pemain lama yang juga sedang bermain di babak final Kejurnas Antar kabupaten/Kota mewakili Cilegon yang sedang bertarung melawan Manado.
Satu pemain lagi Rafael Lumban Toruan pemain dari STIS yang setelah lulus mendapat tugas di Papua.Berkat adanya bridge online, ia bisa menyalurkan hobi main bridgenya dari Papua karena tanpa bridge online ia sulit mencari lawan bermain ditempat ia bekerja.
Erwin Jalino dan Rafael Lumban Toruan akan bertarung memperebutkan tempat ketiga dan keempat.
BTP Bridge Challenge telah digelar sejak tanggal 12 Agustus 2020 dan akan berakhir besok. Semoga secepatnya bisa digelar seri kedua dan dari Panpel yang diwakili Jhon Tumewu sebagai pemimpin pertandingan menyatakan melihat animo peserta maka pada seri kedua ini diusahakan peserta tidak dibatasi.
Walaupun dengan demikian kamar hitung akan bekerja keras. Namun James Walangitan sebagai kamar hitung Panpel juga telah menyatakan siap demi memasalkan sistim standart untuk masyarakat bridge Indonesia.
Turnamen bridge challenges walaupun sudah lama diperkenalkan oleh Bridge Base Online tapi belum diakui oleh World Bridge Federation sebagai salah satu nomor pertandingan.
Walaupun demikian, permainan ini telah dibagikan di situs American Contract Bridge League sebagai salah satu pilihan untuk pecandu olahraga bridge.
Terutama ditujukan kepada pemain bridge yang sulit membagi waktu penuh untuk bermain bridge di klub bridge atau bridge online.Sebab untuk bermain pasangan atau tim dengan board pendek sudah dibutuhkan waktu minimal 1 jam lebih.
Nah bridge challenges merupakan pilihan yang tepat karena selain bisa dimainkan kapan saja juga tidak terikat waktu untuk menyelesaikan pertandingan.Di Indonesia sendiri bridge challenges sudah punya penggemar sendiri, bahkan sudah ada beberapa komunitas yang terbentuk.
Sayangnya memang PB Gabsi sama seperti World Bridge Federation belum mengakui nomor ini.Namun sejak pandemic covid-19, Rumania dan Hongaria Bridge Federation sudah membuat pertandingan khusus bridge challenges.
Tertarik dengan ini, penulis mencoba membuat turnamen BTP Bridge Challenges tapi dengan tujuan utama untuk mengajak para pemain bridge baik junior maupun yang sudah berpengalaman untuk mengetahui dan mendalami sistim standart.
Karena sistim standart sudah terkenal didunia dan menjadi dasar untuk mengajar pemula menjadi pemain bridge.Sebab setelah mengetahui dan menguasai sistim standart, mau berpindah mengganti dengan sistim yang lebih complicated dan scientific akan menjadi jauh lebih mudah.Selain itu turnamen bridge challenges juga bersih dari kecurangan.TOR-08

No comments:
Post a Comment