Murat Gassiev Siap Lakoni Debut Kelas Berat Setelah Absen Dua Tahun
KITA melihat Murat Gassiev (26-1-0, 19 KO) mentas pada 21 Juli 2018, dalam laga final World Boxing Super Series seri 1. Sebagai juara kelas penjelajah WBA dan IBF, Gassiev kalah angka dari Oleksandr Usyk di Moscow, Rusia. Usyk saat itu menyandang sabuk gelar kelas penjelajah WBC dan WBO.
Kemenangan atas Gassiev itu membuat Usyk menjadi undisputed, juara dunia tak terbantahkan.
Pascaduel itu Gassiev sendir menjalani operasi cedera punggung. Lalu, ia kembali cedera –tak diketahui sebabnya. Pada masa pandemi virus corona, Gassiev juga berhadapan dengan tuntutan hukum Warriors Boxing dan Ural Boxing Promotions karena menyebut dirinya free agent –tanpa ikatan kontrak dengan siapa pun.
Setelah semuanya selesai, Gassiev akhirnya bisa manggung lagi. Kali ini, Sabtu (31/10), ia akan melakoni duél debutnya di kelas berat melawan Nuri Seferi (41-9-0, 23 KO), 43 tahun, di WOW Arena, Sochi, Rusia.
Tak seluruhnya mulus sampai akhirnya nama Nuri muncul. Sebab, sebelumnya, Gassiev dijadwalkan bertarung dengan Kevin Johnson, lalu diganti Sefer Seferi. Nama Nuri baru belakangan muncul. Ia tak lain kakak kandung Sefer, 41 tahun.
Gassiev yang dilatih Abel Sanchez, mengaku senang bisa naik dan bertarung di kelas berat di mana ia bisa bebas menambah bobot tubuhnya. Apalagi, ia juga pernah menjadi sparing Wladimir Klitschko, Deontay Wilder, dan Chris Arreola. Ia sudah merasakan bagaimana berada di kelas premium. Ia siap memenangkan pertarungan seraya menatap juara-juara kelas berat saat ini.
“Saya ingin hadapi mereka semuanya,” kata Gassiev, dikutip dari BoxingScene.com.TOR-05
source https://www.tribunolahraga.com/2020/10/29/beladiri/murat-gassiev-siap-lakoni-debut-kelas-berat-setelah-absen-dua-tahun/

No comments:
Post a Comment