Wismoyo Arismundar Tercatata Dalam Sejarah GABSI

Tiga tokoh yang mencintai Gabsi, Roy R Tirtadji, Wismoyo Arismunandar dan H Amran Zamzami ketiganya telah meninggalkan kita.

Laporan Bert Toar Polii (Jakarta)

Turut Berduka cita atas meninggalnya Jenderal TNI (Purn.) Wismoyo Arismunandar pada umur 80 tahun. Almarhum adalah purnawirawan perwira tinggi TNI-AD yang pernah menjabat sebagai KSAD pada tahun 1993 sampai 1995 dan Pangkostrad periode 1990 sampai dengan 1993. Ia merupakan lulusan Akademi Militer Nasional tahun 1963. Selain itu juga pernah menjadi Ketum KONI Pusat tahun 1999-2003.

Setelah hampir satu tahun dunia Bridge Indonesia kehilangan salah seorang Bapak yang sangat dicintai, Bapak Soepardjo Rustam, PB GABSI mendapat gantinya, yaitu Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar.

Tokoh yang masih muda dan sedang menanjak karirnya, yang belum lama dilantik menjabat KASAD, secara simpatik menyatakan bersedia ketika diminta menjadi Pelindung GABSI. Perjumpaan dengan Bapak Wismoyo terjadi ketika beliau sedang menyaksikan SEA Games di Singapura bulan Juni 1993.

Pada waktu itu di Hotel Westin Stamford juga sedang berlangsung Kejuaraan Far East. Pada tengah malam, Bapak Wismoyo didampingi Pangdam Jaya Hendropriyono  beserta rombongan sepuluh orang, memerlukan datang meninjau, bahkan sempat memberi arahan dan nasihat kepada kontingen Bridge Indonesia.

Kunjungan ini sangat besar artinya bagi tim putra Indonesia. Justru saat itu, menjelang tiga session terakhir, posisi Indonesia secara ketat dibayangi tim RRC. Indonesia bukan hanya bertekad menjuarai Far East, tapi juga akan merebut juara Zona VI. Kehadiran pak Wismoyo mampu melecut semangat para pemain.

Salah satu pertimbangan Bapak Wismoyo untuk bersedia menjadi Pelindung GABSI, beliau kemukakan ketika menutup Kejurnas Bridge ke-34 dan membuka Kejuaraan Djarum ASEAN Open Championships di Kuta, Bali, pada tanggal 13 November 1993. Antara lain menurut Beliau: “Bermain Bridge ternyata ada hubungannya dengan kesetiaan dalam berbangsa dan bernegara.

Untuk bisa memenangkan pertandingan, setiap anggota dalam pasangan harus saling setia. Hal itu sama seperti membangun negara ini yang juga memerlukan kesetiaan. Kalau dalam kegiatan olahraga pemainnya sudah saling setia, maka dalam pembangunan bangsa ini tentunya juga akan mudah memberikan kesetiaannya”. Karena itu Beliau jatuh cinta kepada GABSI.

Tambahan informasi dari tukang bridge yang sempat bertemu beliau mewakili PB Gabsi ketika hendak mencari calon Ketum PB Gabsi untuk Kongres Gabsi di Aceh tahun 1994. Beliau meminta kami untuk menemui Wiranto yang saat itu menjabat Kasdam Jaya. Wiranto kemudian bersedia dan menjadi Ketum PB Gabsi dua periode.TOR-08



source https://www.tribunolahraga.com/2021/01/31/olahraga-masyarakat/wismoyo-arismundar-tercatata-dalam-sejarah-gabsi/

Lainnya

No comments:

Post a Comment

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *